Selasa, 07 Februari 2017

PROKER UTAMA

                                                            PROKER(PROGRAM KERJA) UTAMA

A. Industri Kreatif Limbah Padi





Mayoritas dari petani di Desa Paeng hanya membiarkan jerami bertumpuk begitu banyak dan dinilai tidak memiliki nilai jual maupun hanya memiliki sedikit nilai jual saja. Sedikit nilai jual yang dimiliki jerami adalah dalam pasar-pasar tradisional masih diperjual-belikan yang selanjutnya kemudian biasanya dipergunakan sebagai makanan ternak (sapi).
Meskipun dengan pemanfaatan sederhana ini, ternyata melimpahnya jerami tidak sebanding dengan pemanfaatan yang ada dan seringkali kemudian hanya berakhir dengan dibakar percuma.
Dengan melihat kenyataan ini, dirasakan bahwa pemanfaatan jerami yang ada masih belum maksimal, butuh ide dan cara pemanfaatan lain dari jerami untuk menghasilkan nilai tambahan dan nilai jual. Pemanfaatan jerami memiliki nilai jual, sekaligus nilai seni, karena  pada umumnya yang berkembang pesat dan memiliki nilai jual yang cukup tinggi adalah barang-barang yang memiliki nilai seni. Terutama yang memiliki nilai seni yang unik dan berbeda. Dalam hal ini kami melakukan pengabdian ke masyarakat untuk mengembangkan ide-ide kreatif agar masyarakat dapat mengerti dan memahami akan pentingnya bahan-bahan yang tidak bisa dipergunakan ternyata di sisi lain memiliki nilai ekonomi yang cukup untuk meningkat perekonomian di desa karena di pedesaan tidak akan lebih maju jika tidak dimbangi dengan pengetahuan dan pelatihan terutama pada bidang industri khususnya pada Desa Paeng Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan.

B. Racun Tikus Menggunakan Singkong
Permasalahan utama dalam bidang pertanian di Desa Paeng adalah hama tikus, hama tikus menyebabkan dampak yang cukup besar bagi hasil pertanian para petani di Desa Paeng, mulai dari sebagian padi rusak, hasil panen menurun, hingga gagal panen..
Telah dijelaskan oleh Dinas Pertanian Bangkalan bahwasanya dalam mengurangi hama tikus dapat menggunakan racun herbal yang berupa singkong tahun yang direbus dengan air kelapa.




Load disqus comments

0 komentar