Senin, 13 Agustus 2018

PRODUK UNGGULAN, PUDING JAGUNG PENUH GIZI

Dibawah ini adalah video pembuatan produk olahan jagung yaitu Puding Jagung. Puding Jagung adalah program kerja unggulan dari KKN Tematik UTM Kelompok 32. 

Desa Aman, Masyarakat Tenang


Manusia disebut sebagai mahluk dualistis, yaitu manusia sebagai mahluk individu dan manusia sebagai mahluk sosial. Sebagai mahluk sosial manusia memiliki kebutuhan dan ketergantungan dengan oarang lain. Kehidupan bermasyarakat tentunya menjadi hal sangat sentral untuk dapat memenuhi kehidupan sehari-hari. Dalam kondisi sebagai mahluk sosial, adanya keterjaminan rasa aman menempati posisi sangat penting. Rasa aman menjadikan manusia dapat beraktivitas dengan tenang tanpa memiliki kekhawatiran akan suatu hal yang tidak diinginkan.  Keamanan dalam konteks ini adalah bagaimana suatu keadaan masyarakat dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa kecemasan dan kecurigaan akan peristiwa krtiminalitas.
Menilik lebih jauh ketika kita mencoba bertanya akan keamanan desa, desa Paeng termasuk desa yang relatif aman. Hal ini dapat kita aminkan juga dari keadaan basecamp kelompok KKN 32 yang tidak terjadi suatu hal yang merugikan seperti kehilangan barang dan lain sebagainya. Masyarakat paeng juga sangat terbuka menerima orang baru dan merangkul dengan penuh sikap kekeluargaan. Dengan sistem masyarakat yang masih paguyuban hal ini mungkin menjadi faktor utama rekatnya sikap kekeluargaan untuk selalu menjaga bersama-sama keamanan desa.

POTENSI


Menurut data BPS, dengan luas tanah sawah 152,70 hektar dan tanah tegalan 57,20 hektar, desa Paeng memiliki potensi dibidang agraris. Adanya ketersediaan air yang cukup juga menjadi penunjang untuk usaha pertanian di desa paeng berkembang. Walaupun sejatinya desa paeng merupakan pertanian tadah hujan, tetapi ketersediaan air untuk kebutuhan rumah tangga sudah sangat mencukupi. Dalam bidang pertanian, bercocok tanam kacang-kacangan dan jagung menjadi komoditas yang paling banyak dipilih. Selain dalam bidang pertanian, ada beberapa peternakan dan usaha home industri masyarakat. Mulai dari pabrik krupuk hingga peternakan ayam, kambing, dan sapi.
Mayoritas masyarakat desa paeng banyak yang memilih bekerja diluar daerah (merantau). Generasi muda yang sudah mampu bekerja lebih memilih untuk mengadu nasib ditanah orang dan hanya generasi tua dan anak-anak yang lebih banyak tinggal. Untuk daerah persebarannya sendiri sangatlah beragam, mulai dari masih lingkup madura, surabaya, jakarta bahkan keluar negeri untuk mencari rezeki sudah menjadi kebiasaan masyarakat.

Bagaimana Kondisi Pendidikan di Desa Paeng?

Kualitas suatu masyarakat tentunya berkorelasi dengan kualitas pendidikan yang dimiliki. Sumber daya manusia akan semakin berkualitas dengan penyelenggaraan pendidikan yang baik. Dengan tujuan utama pendidikan adalah untuk memanusiakan manusia sejatinya aktivitas tidak boleh melunturkan tujuan utama tersebut. Didesa paeng, terdapat banyak instansi pendidikan, mulai dari jenjang dasar, menengah, hingga atas tersedia dengan begitu baiknya.
Sekolah dasar negeri (SDN) paeng menjadi satu-satunya sekolah dasar (SD) yang terdapat didesa ini. Selebihnya jenjang sekolah dasar berbasis Madrasah Ibtidaiyah (MI) banyak terdapat di desa paeng. Untuk ranah sekolah menengah dan atas, badan swasta berbentuk yayasan menjadi penyelenggara jenjang pendidikan di desa paeng. Dalam melaksanakan pengabdian kami, kami juga mencoba mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh dalam bangku perkuliahan di salah satu yayasan penyelenggara pendidikan didesa paeng. Yayasan tersebut memiliki sekolah menengah san atas yang dinamai dengan MTS dan MA Al-Amin Fauzi.
Pendidikan yang diselenggarakan juga tidak hanya pendidikan formal seperti sekolah, tetapi banyak juga pondok pesantren sebagai basis pendidikan agama di desa ini. Pesantren mambaul ulum menjadi pesantren yang terletak disebelah perbatasan dengan salah satu desa dikecamatan Blega. Aktivitas pemuda dan pemudi dalam keseharian pendidikan biasanya dijalani dengan aktivitas pagi bersekolah formal (SD, MI, MTS, MA dll) yang kemudian dilanjutkan dengan sekolah sore (agama) dan mengaji di malam hari.


SODIAL BUDAYA DESA PAENG

Hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang tidak mampu hidup sendiri. Manusia membutuhkan manusia lain untuk melanjutkan hidupnya. Oleh karena itu banyak terbentuk kelompok masyarakat atau kelompok sosial. Jenis kelompok masyarakat yang sering terjadi di Indonesia adalah patembayan dan paguyuban. Kelompok sosial patembayan merupakan kelompok sosial yang terbentuk hanya dalam waktu singkat, bersifat sendiri-sendiri dan berkompetitif. Sedangkan kelompok sosial paguyuban merupakan bentuk kelompok sosial dimana para anggota-anggotanya memilki keterikatan hubungan batin yang bersifat alamiah dan juga kekal. Dasar hubungan tersebut adalah rasa persatuan dan kesatuan batin yang sudah dimiliki oleh setiap anggotanya. Kelompok sosial ini bersifat nyata dan juga terorganisir.

Berdasarkan jenis kelompok masyarakat diatas, desa Paeng masuk dalam jenis paguyuban. Hubungan antar masyarakat desa Paeng sangatlah erat terbukti dengan adat istiadat yang terus dipertahankan, kegiatan gotong royong dalam berbagai hal dan sikap empati, rasa perduli, saling membantu, menghargai serta menghormati antar penduduk. Contoh lain yaitu masyarakat Paeng saling membantu dalam kegiatan menanam tanaman dan ketika waktu panen tiba. Pada saat terjadi permasalahan, kesalahpahaman dan perbedaan pendapat, solusi atau penyelesaian yang dilakukan selalu melalui cara kekeluargaan dan musyawarah.

Masyarakat desa paeng menganut sistem Kyai Sentris yang mana semua perlakuan sang Kyai akan ditirukan dan ucapan yang diucappkan akan menjadi perintah bagi masyarakat desa. Di desa Paeng seorang Kyai dianggap sebagai seorang yang paling berjasa bagi masyarakat desa. Selain itu Kyai dianggap sebagai panutan yang baik untuk mengamalkan agama islam. Kyai memiliki daya tarik yang luar biasa karena dapat menyatu dengan masyarakat baik pada masyarakat menengah kebawah hingga masyarakat menengah keatas. Sehingga masyarakat desa Paeng lebih mementingkan pendidikan agama dari pada pendidikan formal oleh karenanya banyak anak anak dan remaja desa paeng belajar di pondok pesantren. Dengan alasan bahwa pendidikan agama lebih penting daripada pendidikan formal. Pendidikan agama dianggap sebagai suatu dasar dalam menjalankan hidup.

Kondisi Geografis



Desa Paeng adalah salah satu desa dari 17 desa di Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan. Desa Paeng terletak pada kordinat -7”10’15.66” 113”2’59.43”, dimana desa ini menjadi perbatasan antara Kabupaten Bangkalan dengan Kabupaten Sampang. Desa Paeng merupakan desa di Kecamatan Modung yang terletak paling pinggir dan lebih dekat dengan Belga. Jarak desa paeng dengan pasar Blega sekitar 15 menit dengan motor.
Desa Paeng memiliki luas wilayah 2,33Km2 yaitu 2,95% terhadap luas kecamatan Modung dan 2,5m dari permukaan laut. Jarak desa Peng dengan kecamatan Modung adalah 5Km. Batas-batas desa Paeng yaitu:
Barat        : Desa Neroh
Timur       : Desa Bundah dan desa Bangsah
Selatan    : Desa Bundah
Utara        : Desa Penjalinan

Struktur Pemerintahan Desa Paeng



Struktur organisasi pemerintahan desa Paeng terdiri dari kepala desa yaitu Bapak Matniri, ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yaitu H. Mujiburrohman, ketua LKMD atau LPM adalah Bapak Ali Mukti. Kemudian terdapat sekretaris yang ditempati oleh Ach. Zeimuni. Dibawah sekretaris ada enam bidang mulai dari Kasie Pemerintahan yaitu Asmu’i, Kasie Pelayanan yaitu Rifai’i, Kasie Kesejahteraan M. Tuyam, Kaur Tata Usaha dan Umum yaitu Khatib, Kaur Perencanaan yaitu Muttamin dan Kaur Keuangan yaitu Muchtar sekaligus sebagai Bendahara.

Di desa Paeng terdiri dari 3 dusun yaitu dusun Paeng dengan kepala dusun Bapak Hasan Busri dan pamongnya yaitu Rifa’i. Dusun selanjutnya adalah Nipa dengan kepala dusun M. Ruqi dan pamongnya Asmu’i serta dusun Tetang dengan kepala dusun Bapak M. Tuyam dan pamongnya adalah Mattammin.

 

PAENG, MODUNG, BANGKALAN KKN UTM 32 © 2008. Template By: SkinCorner